Saat sudah lulus, kamu akan dihadapkan sama dua pilihan jenis pekerjaan. Satu namanya Part Time satu lagi namanya Full Time. Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya simak artikel MinU ini deh karena akan menjelaskan beda part time dan full time.
Apapun pilihanmu nanti, ingatlah satu hal: proses bekerja keras pasti akan diselingi momen-momen penuh drama, mulai dari keringat dingin karena panik hingga air mata karena frustrasi. Yang terpenting jangan putus asa dan selalu siapkan dirimu untuk melalui semuanya. Seperti salah satu caranya dengan membawa tissue sebagai ‘teman setia’ di tasmu untuk menyeka setiap jejak perjuangan yang berharga.
Beda Part Time dan Full Time
Biar nggak bingung, nih MinU kasih tahu beda part time dan full time berupa tabel:
| Pembeda | Part Time | Full Time |
| Jam Kerja | Fleksibel, di bawah 35/40 jam per minggu | Standar, 40 jam per minggu |
| Status Karyawan | Umumnya Kontrak/Harian | Kontrak Tetap/Waktu Tertentu |
| Gaji & Tunjangan | Per jam, minim tunjangan | Gaji Bulanan, Tunjangan Lengkap (Asuransi, Cuti, Bonus) |
| Komitmen | Rendah-Sedang | Tinggi |
Nah dari tabel itu, sebenarnya apa sih beda Part Time dan Full Time yang paling mendasar? Sederhananya, Part Time itu menawarkan fleksibilitas—jam kerja di bawah standar (sekitar 20 jam per minggu), gaji dibayar per jam, dan minim tunjangan. Cocok banget buat kamu yang masih kuliah atau punya proyek sampingan lain.
Sebaliknya, pekerjaan Full Time itu menuntut komitmen penuh (40 jam seminggu), memberikan gaji bulanan yang stabil, plus tunjangan lengkap (dari asuransi hingga cuti). Intinya, Part Time adalah komitmen ringan untuk pengalaman, sementara Full Time adalah jalur serius untuk membangun stabilitas karier dan finansial. Pilih sesuai kebutuhanmu, tapi ingat konsekuensinya ya!
Jadi, Part Time atau Full Time?
Memilih pekerjaan bukanlah yang paling bergengsi, melainkan yang paling cocok sama tujuan jangka pendekmu.
Kalau kamu adalah Mahasiswa yang sedang berjuang menyeimbangkan skripsi dan social life, Part Time masih jadi pilihan terbaikmu soalnya part time bisa memberimu skill praktis dan uang jajan tanpa mengorbankan waktu kuliahmu.
Nah kalau kamu sudah lulus atau Fresh Graduate yang siap tancap gas membangun masa depan finansial yang kokoh, Full Time adalah pilihan logis karena kamu akan mendapatkan gaji yang stabil, tunjangan kesehatan, dan kesempatan besar untuk naik jabatan. Tak perlu khawatir, berpindah jalur dari Part Time ke Full Time (atau sebaliknya) di awal karier itu wajar—itu semua bagian dari proses eksplorasi!
Tentukan Masa Depanmu Sekarang Mulai Dari Jenis Pekerjaan Impian
Tidak peduli apakah kamu memilih jalur Part Time atau Full Time, satu hal yang pasti: perjalanan menuju sukses itu tidak pernah mulus. Meskipun nantinya kamu sudah dapatkan pekerjaan yang diimpikan, itu pasti tak semudah yang kamu bayangkan. Ada waktunya kamu merasakan panas dingin waktu diminta pitching depan bos. Belum lagi stress karena dikejar deadline. Semua akan kamu rasakan.
Rasa capek itu wajar, dan itulah yang memompamu agar lebih siap menerima segala tantangan di depan. Ingat! tantangan nggak boleh dihindari, tapi harus dihadapi.
Keringat dan air mata pasti datang, makanya pastikan kamu harus selalu siap usap air mata dan keringat itu dengan Tissue See-U. Dengan lembaran yang tebal dan lembut membuatnya jadi teman setiamu melakukan apapun demii masa depan yang baik.
Jadi, sudah sedia See-U? Yuk dapatkan di tombol bawah ini.