Setelah keluarga, sekolah adalah lingkungan sosial kedua bagi anak-anak Anda. Yang Anda perlu lakukan adalah membekali etika atau adab anak di sekolah.
Meskipun telah ada Guru sebagai orang tua kedua, namun Anda berperan penting untuk menambahkan adab dan etika yang perlu diterapkan saat Si Kecil berada di luar lingkup keluarga. Etika ini mengajarkan bagaimana Si Kecil harus bersikap ketika dengan Guru dan bagaimana dengan teman sebaya.
Berikut ini etika yang ditanamkan kepada Si Kecil ketika bersama Guru dan juga teman sebaya.
Adab Anak di Sekolah Saat Dengan Guru
Ajarkan ke mereka bahwa Guru juga adalah orangtuanya sehingga sangat perlu untuk melakukan adab-adab yang berikut ini:
Mengucapkan Salam
Selalu menyapa saat berpapasan, baik di koridor sekolah maupun di luar sekolah.
Mendengarkan dengan Seksama
Saat guru menjelaskan, letakkan pulpen, berhenti mengobrol, dan tatap guru sebagai tanda kita menghargai ilmunya.
Berbicara dengan Nada Rendah
Jangan pernah membentak atau meninggikan suara di depan guru, meskipun kamu sedang merasa kesal atau bingung.
Meminta Izin Saat Ingin Bertanya
Angkat tangan kanan terlebih dahulu dan tunggu sampai guru mempersilakanmu bicara. Jangan memotong penjelasan mereka.
Membantu Guru Tanpa Diminta
Jika melihat guru membawa banyak barang atau kesulitan menghapus papan tulis, segera tawarkan bantuan dengan tulus.
Menyapa Guru Meski Sedang Tidak Mengajar di Kelas
Tetap sopan meskipun sedang jam istirahat atau saat bertemu guru yang tidak mengajar di kelasmu.
Menggunakan Bahasa yang Santun di Pesan Singkat
Jika harus menghubungi lewat WhatsApp, gunakan salam, perkenalkan diri, dan jangan mengirim pesan di jam istirahat/malam hari.
Etika Anak di Sekolah Kepada Teman Sebaya
Meskipun seumuran, tapi sesama teman harus saling menghormati agar tercipta hubungan yang baik. Anda dapat membekali Si Kecil dengan adab sesama teman seperti yang berikut ini:
Selalu Memulai dengan Senyuman
Ingatkan Si Kecil untuk selalu menjadi pribadi yang ramah dan mudah didekati oleh siapa saja, meskipun seumuran.
Menggunakan Tiga Kata Sakti
Biasakan mengucapkan “Tolong” saat meminta bantuan, “Maaf” saat salah, dan “Terima Kasih” saat dibantu.
Meminta Izin Sebelum Meminjam
Ajarkan mereka untuk tidak mengambil barang yang bukan miliknya sekalipun itu sangat diperlukan. Untuk itu ajarkan adab di sekolah dengan selalu meminta izin ketika meminjam barang yang bukan miliknya.
Menjaga Rahasia dan Aib Teman
Jika teman bercerita secara pribadi, jangan jadikan itu bahan gosip. Jadilah teman yang bisa dipercaya (amanah).
Tidak Memanggil dengan Sebutan Buruk
Panggillah teman dengan nama aslinya atau nama panggilan yang dia sukai. Hindari mengejek nama orang tua atau fisik.
Menghargai Perbedaan
Jangan menjauhi teman hanya karena mereka berbeda agama, suku, atau tingkat ekonomi. Bertemanlah dengan semua orang.
Mengembalikan Barang Pinjaman Tepat Waktu
Jika meminjam sesuatu, pastikan barang tersebut kembali dalam keadaan baik dan tepat waktu seperti yang dijanjikan.
Menebar Kelembutan Adab, Dimulai dari Perhatian Ibu di Dalam Tasnya
Bunda, mengajarkan adab dan etika memang sebuah perjalanan panjang, namun karakter yang mulia selalu berawal dari rasa nyaman dan kasih sayang yang ia rasakan dari rumah. Selagi kita membekali ananda dengan nilai-nilai luhur untuk menghormati guru dan menyayangi teman, jangan lupa selipkan bentuk nyata perhatian kita di dalam tas sekolahnya. Dengan selalu menyediakan Tisu Plenty, Bunda tidak hanya memberinya alat kebersihan, tetapi juga kenyamanan ekstra di setiap aktivitasnya.
Setiap lembar Plenty yang begitu lembut adalah representasi dari kelembutan kasih sayang Bunda yang senantiasa menjaganya, meski saat ia jauh dari jangkauan tangan kita. Kelembutan ini akan menginspirasi ananda untuk juga bersikap lembut dan saling mengasihi kepada sesama, karena ia terbiasa merasakan sentuhan kasih sayang yang tulus dari setiap detail kecil yang Bunda siapkan. Mari kita bekali ananda dengan adab yang kuat dan kelembutan Plenty yang menemani setiap langkah prestasinya.