Jika Anda berkunjung ke Kota Solo, belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yang unik, yaitu Selat Solo. Salah satu tempat yang paling direkomendasikan dan sudah sangat melegenda adalah Selat Solo Tenda Biru.
Dalam ulasan terbaru dari channel YouTube Gajah KulineRun, kita diajak melihat langsung mengapa tempat ini selalu ramai dan menjadi buruan para pecinta kuliner. Berikut adalah ulasan lengkap atau review Selat Solo Tenda Biru yang bisa menjadi panduan kuliner Anda.
Lokasi dan Suasana Selat Solo Tenda Biru
Selat Solo Tenda Biru berlokasi di Jl. Dr. Wahidin No. 26, Purwosari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta. Lokasinya sangat strategis dan mudah ditemukan melalui panduan Google Maps.
Tempat ini dikenal sangat ramai, terutama pada jam makan siang. Sistem pemesanannya cukup dinamis; pengunjung disarankan untuk segera mengamankan tempat duduk terlebih dahulu sebelum memesan kepada pelayan. Meskipun mengusung nama “Tenda Biru”, area makannya cukup luas dan nyaman untuk menikmati hidangan bersama keluarga atau teman.
Menu Andalan di Selat Solo Tenda Biru
Walaupun menu utamanya adalah Selat Solo, tempat ini juga menawarkan variasi makanan khas Solo lainnya yang tak kalah menggugah selera. Berikut beberapa menu yang wajib Anda coba:
1. Selat Daging
Ini adalah menu primadona yang paling banyak dicari. Selat Daging di sini disajikan dengan potongan daging yang empuk dan tebal, bukan sekadar irisan tipis. Satu porsi dilengkapi dengan dua butir telur bacem yang bumbunya meresap, kentang, buncis, timun, selada, wortel, dan tomat. Kuahnya memiliki cita rasa gurih yang dominan manis—khas lidah orang Solo yang otentik.
2. Selat Galantin
Bagi Anda yang lebih menyukai daging olahan, Selat Galantin adalah pilihan tepat. Perbedaannya terletak pada penggunaan galantin (daging giling yang dibumbui dan dibentuk bulat) sebagai pengganti potongan daging utuh. Isian sayurnya tetap lengkap dan menyegarkan.
3. Sop Matahari dan Sop Manten
Selain selat, menu sop di sini juga menjadi favorit:
-
Sop Manten: Memiliki kaldu yang sangat bening dan segar, berisi rolade daging, sosis, jamur salju, wortel, dan kacang polong.
-
Sop Matahari: Memiliki isian yang mirip dengan sop manten, namun penyajiannya lebih estetik karena dibungkus telur dadar yang dibentuk menyerupai bunga matahari saat disajikan.
Minuman Segar Penutup
Untuk melengkapi santapan Anda, tersedia pilihan minuman tradisional yang menggoda:
-
Es Gempol Pleret: Minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula jawa yang segar. Teksturnya yang unik memberikan pengalaman rasa yang berbeda dari es campur biasa.
-
Es Teler: Menu ini mendapat pujian khusus karena kesegarannya. Isiannya melimpah, mulai dari alpukat yang matang sempurna, potongan nangka yang harum, hingga kelapa muda. Sangat pas dinikmati di tengah cuaca Solo yang terik.
Sejarah Singkat Selat Solo
Menariknya, Selat Solo bukan sekadar makanan biasa. Hidangan ini lahir dari akulturasi budaya antara pihak Keraton Surakarta dan Belanda di masa penjajahan. Orang Belanda yang terbiasa makan daging dipadukan dengan selera orang keraton yang gemar sayuran, sehingga terciptalah “Selat” (adaptasi dari kata Salad) dengan sentuhan kuah manis khas Jawa.
Kelezatan Autentik yang Terjaga Kualitasnya
Berdasarkan review Selat Solo Tenda Biru di atas, dapat disimpulkan bahwa rumah makan ini adalah destinasi kuliner wajib yang berhasil mempertahankan harmoni rasa antara sejarah Belanda dan tradisi Jawa. Mulai dari Selat Daging yang empuk hingga kesegaran Es Teler, semuanya disajikan dengan standar rasa yang konsisten. Kelezatan hidangan berkuah seperti Selat Solo dan Sop Matahari tentu membutuhkan penanganan yang tepat, terutama bagi Anda yang ingin membawanya pulang sebagai buah tangan.
Di sinilah peran penting kemasan berkualitas seperti Kertas Makan Cap Gajah. Sebagai kertas makanan yang dibekali laminasi kuat, Kertas Cap Gajah menjamin kebersihan dan keamanan makanan berkuah Anda. Berkat teknologi anti rembesnya, kuah selat yang kaya rasa tidak akan bocor atau merusak kemasan, sehingga cita rasa legendaris Tenda Biru tetap terjaga hingga sampai ke meja makan di rumah. Memilih kuliner terbaik tentu harus didukung oleh kertas bungkus yang paling tangguh dan higienis.
