Dalam pernikahan, komunikasi adalah “napas” yang jika tanpanya hubungan akan terasa tak berarti. Dengan demikian saking pentingnya maka komunikasi harus ada disetiap detik agar akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga
Awali komunikasi dengan perbincangan ringan, misalnya “Bagaimana kegiatanmu di kantor hari ini?” atau basa-basi “Mau ku buatkan masakan apa untuk malam ini?”. Itu adalah contoh perbincangan yang ringan namun percayalah, kalimat itu adalah pembukaan dari pembahasan-pembahasan selanjutnya.
Agar komunikasi terasa nyaman , kebersihan rumah juga jadi faktor utama yang mendukung kenyamanan itu. Hal itu bisa terjadi apabila Anda rutin membersihkan rumah dan juga menyediakan tisu keluarga di setiap ruangan rumah.
Akibat Kurang Komunikasi Dalam Rumah Tangga yang Pasti Terjadi
Perasaan lelah beraktivitas itu pasti, tapi jangan sampai perasaan mempengaruhi kebutuhan komunikasi Anda dan pasangan. Dengan demikian selalu pastikan komunikasi ada disetiap detik untuk meminimalisir penyebab akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga yang berikut ini:
1. Munculnya Perasaan Asing
Kurangnya komunikasi membuat Anda merasa kesepian, bahkan saat kalian duduk berdua dengan pasangan di ruang tamu. Itulah tanda-tanda yang terjadi akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga yang patut diwaspadai.
2. Memudarnya Keintiman
Saat ada perasaan janggal yang tidak terucap, sentuhan fisik pun akan terasa kaku dan dipaksakan. Dengan demikian akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga yang selanjutnya adalah kehilangan gairah karena keintiman fisik terasa sangat jauh dan tak mungkin terjadi
3. Jadi “Bom Waktu”
Masalah dalam rumah tangga yang diabaikan tak membuat hal itu selesai dengan sendirinya. Justru hal ini dapat menimbulkan akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga yang baru yaitu menjadi “bom waktu”.
Bom waktu terjadi jika permasalahan itu tidak terselesaikan dan kemudian tertumpuk dengan permasalahan yang baru. Dengan demikian inilah yang akan menyebabkan penumpukan permasalahan yang sulit untuk diselesaikan sehingga menimbulkan permasalahan yang semakin besar.
4. Membuka Celah Bagi Orang Ketiga
Ketika salah satu pihak merasa tidak didengar, tidak dihargai, atau tidak dipahami di rumah, ia akan secara tidak sadar mencari validasi tersebut di tempat lain. Celah inilah yang sering kali menjadi pintu masuk bagi orang ketiga atau menjadi alasan utama terjadinya perceraian.
5. Trust Issue
Komunikasi pernikahan yang mulai berkurang membuat pikiran kita cenderung mengisi kekosongan informasi tersebut dengan asumsi-asumsi negatif.
Anda atau pasangan mungkin mulai bertanya-tanya, “Apa yang sedang dia sembunyikan?” atau “Mengapa dia tidak lagi bercerita padaku?”. Kecurigaan ini adalah akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga yang perlahan dapat merusak fondasi kepercayaan yang sudah dibangun bertahun-tahun.
6. Terganggunya Tumbuh Kembang dan Mental Anak
Anak-anak adalah pengamat yang sangat tajam. Mereka bisa merasakan ketegangan, meskipun Anda berdua tidak berteriak di depan mereka.
Rumah yang sepi dari komunikasi hangat atau penuh dengan “aksi bungkam” menciptakan atmosfer yang tidak aman bagi anak. Sementara anak-anak adalah pengamat yang sangat tajam karena mereka bisa merasakan ketegangan, meskipun Anda berdua tidak berteriak di depan mereka.
Silent Treatment yang terjadi di dalam rumah tangga mengakibatkan anak merasa cemas. Parahnya lagi kecemasan ini menyebabkannya menarik diri dari pergaulan. Jadi, akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga bukan hanya pada pasangan, tapi sampai ke mental Si Buah Hati.
7. Penurunan Produktivitas dan Fokus di Luar Rumah
Kurangnya komunikasi mengakibatkan ketidakharmonisan dengan pasangan yang sering kali terbawa ke dunia kerja atau aktivitas sosial.
Saat di kantor Anda akan merasa sulit berkonsentrasi, cepat lelah, dan mudah emosional di kantor.
Akibat Kurang Komunikasi Dalam Rumah Tangga yang Paling Diwaspadai
Bayangkan rumah tangga Anda ibarat sebuah kapal besar di tengah samudra yang luas, di mana Anda dan pasangan adalah dua nakhoda yang memegang kendali. Jika kalian tak menggunakan komunikasi yang rutin dan terbuka, sangat mungkin masing-masing nakhoda mulai memutar kemudi ke arah yang berbeda tanpa disadari.
Berkaca dari permasalahan itu maka dampak buruk dari kurangnya komunikasi ini akan membuat kapal rumah tangga kehilangan kompasnya, hingga akhirnya Anda berdua hanya menjalani hidup masing-masing.
Kondisi akibat kurang komunikasi dalam rumah tangga ini sering kali membuat sebuah pernikahan mulai terasa sia-sia dan hampa. Tidak ada lagi rencana masa depan yang disusun bersama, investasi emosional kian menipis, dan cita-cita yang dulunya diperjuangkan berdua kini hanya menjadi kenangan.
Saat visi bersama telah hilang, setiap tantangan akan terasa lebih berat karena tidak ada lagi sinergi antara suami dan istri.
Hangatkan Kembali Suasana Rumah dengan Lembutnya Kasih Sayang
Jangan biarkan komunikasi yang tersumbat menciptakan jarak di antara Anda dan pasangan. Mulailah membuka diri dan ciptakan suasana rumah yang lebih hangat serta nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Sebagai bentuk perhatian kecil namun bermakna, hadirkanlah Tisu Plenty di setiap sudut ruangan Anda. Dengan Sentuhan Lembut Kasih Sayang Tulus, Tisu Plenty siap menemani setiap momen emosional dan menjaga kenyamanan orang-orang tersayang.
Jadikan Plenty sebagai bagian dari cerita cinta keluarga Anda setiap hari.