Sekarang kalau cuma sebatas gak buang sampah sembarangan, rasanya kurang menggambarkan “zero waste” yang ala anak muda banget. Justru harus ada gerakan zero waste anak muda baru yang relate sama aktivitas sehari-hari. Tujuannya biar kegiatan ini gak gampang dilupakan.
Jalanin Zero Waste gak harus masuk komunitas dulu, baru mau lakuin. Padahal kuncinya cuma satu, ada niat yang kuat untuk mengubah kebiasaan yang merusak lingkungan lewat cara-cara yang simple yang cukup effortless.
1. Bawa Botol Minum Sendiri
Ubah kebiasaan nongkrongmu sedikit-demi sedikit agar bisa zero waste. Caranya yang pertama wajib bawa tumbler atau botol minum sendiri biar bisa mengurangi plastik.
Bahkan kalau kamu suka nongkrong, bawa tumbler sendiri bukan hal yang bikin malu kok. Terus kalau mau bawa pulang, mintalah penjualnya untuk menuangkan minuman itu ke tumbler yang kamu pesan.
2. Biasakan Bawa Bekal Dari Rumah
Min U masukin bawa bekal dari rumah sebagai salah satu gerakan zero waste anak muda karena kmau bisa mengurangi pemakaian kantong plastik dan kertas bungkus sekali buang.
Sebagai pengganti kantong plastik, bawalah tas bekal dari kain yang bentuk dan warna makin beragam. Membiasakan bekal dari rumah juga mengurangi penggunaan kertas bungkus sekali buang yang bisa merusak alam karena sulit terurai.
Tapi selama pedagangnya pakai kertas bungkus Cap Gajah, dijamin gak akan ada perasaan risau merusak alam. Itu karena kertas bungkus ini pakai Oxo Biodegradable Catalyst yang mempercepat proses penguraian menjadi maksimal 5 tahun saja.
3. Tahan Diri Buat Beli Pakaian Baru
Menahan diri dari sikap konsumtif termasuk gerakan zero waste anak muda agar menekan limbah tekstil yang tiap tahun selalu meningkat.
Kelihatannya sepele, tapi limbah kain bisa merusak lingkungan karena mengandung pewarna tekstil penyebab kerusakan ekosistem air dan tanah.
Jadi, Zero Waste gak selalu tentang sampah organik dan anorganik. Tapi sekarang kita perlu ingat kalau menahan diri beli baju baru jadi gerakan “nol sampah” yang harus diterapkan oleh semua anak muda.
4. Masak Sendiri
Masak sendiri di rumah jadi gerakan zero waste anak muda yang gak terpikirkan sebelumnya tapi dampaknya gak main-main.
Kalau masak sendiri, kamu sudah tahu porsi makan sehari-hari. Jadi, kamu bisa mengontrol jumlah bahan baku yang dibeli biar gak ada yang terbuang dan jadi Food Waste.
Food waste bisa berdampak pada bumi karena menyebabkan pemanasan global karena gas metana dari makanan busuk yang mengikis lapisan atmosfer. (Sumber: Indonesia Enviroment & Energy Centre)
5. Naik Transpotasi Umum Daripada Kendaraan Pribadi
Konsep zero waste gak selalu mengurangi sampah. Tapi bisa dari mengurangi jejak karbon di bumi, salah satunya dengan pakai angkutan umum.
Bayangin, satu gerbong kereta bisa memuat lebih dari 50 orang. Tapi kalau 50 orang itu berkendara sendiri, sudah pasti gas karbondioksida dari pemabakaran bahan bakarnya jadi semakin banyak.
Sayangnya ada beberapa sobat Min-U yang kurang menyukai naik transpotasi umum karena sering bekeringat. Bikin badan jadi gak nyaman. Padahal keringat itu bisa dihilangkan dengan sekejap cuma pakai satu lembar Tissue See-U® Multipurpose.

Isinya 150 sheets, gak mudah sobek, lembut dan ukurannya compact buat Tissue See-U® Multipurpose bisa jadi teman perjalananmu naik transpotasi umum.
Bahkan memakai See-U® juga termasuk gerakan zero waste anak muda yang paling mudah. Karena setiap lembar See-U® terbuat dari bahan baku ramah lingkungan yang telah lulus uji kelayakan. Jadi, selain aman untuk lingkungan, Tissue See-U® juga aman dipakai siapa saja.
Ternyata zero waste ala anak muda bisa semudah itu, kan? Kemudahan itu sama seperti cara kamu membeli semua Tissue See-U® original melalui toko resminya yang ada di tombol ini.