Aplikasi QR Code PT. Suparma Tbk

5 Contoh Sikap Defensif yang Harus Gen Z Tahu

Pernahkah kamu merasa “reflek”  langsung siaga saat seseorang mengkritikmu? Itu respon yang wajar kok, namanya Defensif. Tapi ternyata sikap Defensif tak selalu baik, jadi kamu harus pelajari contoh sikap defensif yang bagus kamu lakukan.

Namanya juga masih muda, emosi kadang nggak stabil. Niatnya mau bela diri tapi karena emosi jadinya kamu melakukan sikap yang salah sehingga membuat lawan bicaramu merasa tersinggung. Kalau dibiarkan malah hubungan sosial kamu yang terganggu.

Nah biar nggak makin salah paham, kamu harus tahu contoh Defensif yang nggak menyinggung perasaan irang yang berikut ini.

1. Aktifkan Mode ‘Jeda Cepat’

Contoh sikap defensif yang paling bikin kamu kelihatan baper adalah langsung ngegas waktu dikritik. Padahal, kamu bisa lakukan cara yang lebih bijak misalnya dengan diam sejenak. Tarik napas, hitung 1-3. Ini kasih waktu otak kamu buat cool down dan mikir logis, bukan cuma emosi.

2. Temukan Alasan yang Logis

Biar kelihatan bijak kalau lagi membela diri maka diam dulu sejenak. Biarkan otak bekerja mencerna apa yang sebenarnya dipermasalahkan. Setelah itu kamu baru bisa menemukan jawaban yang “membela diri” tanpa perlu marah-marah.

Ingat, sampaikan solusi, bukan alasan tanpa bukti yang justru memperkeruh suasana. Dengan solusi yang ditawarkan maka kamu sudah mencerminkan sikap bijak anak muda zaman sekarang.

3. Jelaskan yang Sebenarnya

Kebanyakan anak muda defensif karena merasa kritikan itu 100% salah. Ini contoh sikap defensif yang bikin kamu dicap keras kepala. Padahal, nggak ada salahnya kok mengakui sedikit kebenaran di tengah kritik. Coba cari satu fakta yang valid. Saat kamu berani mengakui satu poin, dinding pertahananmu langsung runtuh dan kamu terlihat gentle serta dewasa. Ini namanya level up!

4. Jangan Menyalahkan Orang Lain – Contoh Sikap Defensif yang Dewasa

Defensif sering bikin kita jadi menyerang balik, kayak bilang “Ah, kamu aja yang baper!” Ini contoh sikap defensif yang egois banget karena kamu malah bikin orang lain merasa bersalah.

Daripada menuduh, coba jelaskan perasaanmu dengan I Statements (Aku Merasa…). Contoh: “Aku minta maaf. Reaksi defensif ku tadi muncul karena aku kaget. Aku janji bakal mikir dulu sebelum merespons.”

Dengan begini, kamu menunjukkan kalau kamu bertanggung jawab atas emosimu sendiri plus menghargai perasaan mereka. Skill ini bikin kamu terlihat dewasa dan mature, bukan childish.

5. Tawarkan Action Plan

Anak muda yang keren dan bijak harus punya action plan. Buktikan kalau kamu benar-benar mau berubah! Setelah kamu menerima masukan, tutup dengan kalimat yang forward-looking: “Aku paham. Oke, buat memastikan ini aman, aku akan bikin reminder di kalender dan set alarm 30 menit sebelum deadline. Gimana?” Ini menunjukkan bahwa kamu adalah tipe orang yang pro-aktif dan solutif, bukan cuma jago ngomong doang. Self-improvement banget!

Waktunya Jadi Versi Terbaik Dirimu

Ingat, tantangan terbesarnya bukan menghilangkan naluri bertahan, tapi mengubah cara kamu merespons. Dengan melakukan contoh-contoh sikap defensif dalam artikel ini, kamu bukan hanya memperbaiki kesalahan, tapi juga menunjukkan otentisitas yang sesungguhnya.

Inilah saatnya kamu benar-benar bisa “Be Yourself”—yaitu versi dirimu yang paling jujur, rendah hati, dan mau tumbuh. Ketika kamu mampu mengelola ego dan defensifmu dengan elegan, kamu otomatis akan “Inspire Other” di sekitarmu, menunjukkan bahwa kedewasaan itu keren dan bukan hal yang menakutkan!

Scroll to Top