Konsumtif adalah perilaku orang suka beli ini-itu, padahal barang yang dia beli tidak terlalu dibutuhkan. Di era serba digital ini, yang tadinya kamu cuek sama promo besar-besar. Tiba-tiba jadi suka berbelanja, soalnya mau beli barang apapun yang dimau sangatlah gampang. Apakah kamu salah satu orangnya?
Kalau kamu termasuk konsumtif, sebaiknya hentikan mulai sekarang ya. Penting banget untuk mengatur keuanganmu agar lebih mundfull biar nanti di masa depan kamu punya dana darurat yang bisa dipakai.
Selain mengatur keuangan, ada cara-cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi sifat konsumtif seperti yang berikut ini.
Definisi Konsumtif Adalah
Saat kamu merasa harus membeli sepatu branded terbaru cuma karena melihatnya di FYP TikTok biar nggak ketinggalan gaul, itulah esensi dari konsumerisme.
Konsumtif adalah bukan sekadar berbelanja tapi adanya dorongan impulsif untuk memuaskan keinginan sesaat demi gengsi atau pengakuan sosial, bukan karena fungsi barang tersebut. Bagi anak muda, perilaku ini sangat berisiko karena bisa membuat dompet cepat kering yang imbasnya ke sulitnya menabung buat dana darurat. Kita sering terjebak dalam siklus “beli-pakai-buang” hanya demi validasi di media sosial atau agar terlihat setara dengan lingkungan pergaulan. Padahal, kebahagiaan yang didapat dari belanja barang mewah biasanya bersifat sementara dan akan segera hilang begitu muncul tren baru yang lebih menarik.
Menjadi cerdas secara finansial berarti mampu membedakan mana kebutuhan pokok yang mendesak dan mana keinginan yang hanya sekadar nafsu mata. Jangan sampai kita bekerja keras hanya untuk memperkaya pemilik merek besar, sementara tabungan sendiri kosong melompong.
Cara Gen Z Biar Nggak Konsumtif
Berhemat bukan berarti nggak ikut tren. Kamu tetap bisa tampil eye catching tapi nggak konsumtif dengan mengikuti cara-cara yang berikut ini:
1. Terapkan Aturan 24 Jam atau 30 Hari
Kalau melihat barang yang sangat kamu inginkan, jangan langsung checkout. Tunggu dulu selama 24 jam sampai 30 hari, tergantung keinginan kamu.
Di waktu-waktu tersebut, biasanya adrenalin belanjamu akan menurun, yang tadinya merasa harus punya barang itu, lama-kelamaan keinginan itu hilang dan sudah nggak lagi butuh barang tersebut.
2. Bedakan “Needs” vs “Wants”
Cara Gen Z biar nggak konsumtif ini seperti mengajak dialog diri sendiri dengan bertanya “aku membeli barang ini untuk fungsi atau validasi, ya?” dari pertanyaan inilah, lama-kelamaan dirimu akan berpikir sebelum membeli.
3. Batasi Paparan Iklan dan Influencer
Kalau ada akun atau influencer yang hobinya pamer barang baru dan membuatmu merasa “kurang”, jangan ragu untuk unfollow atau mute. Matikan juga notifikasi aplikasi belanja agar kamu tidak tergoda promo flash sale.
Kasih waktu pada dirimu untuk memilih mana yang perlu ditiru. Dengan cara ini, MinU yakin kalau nantinya dirimu akan mengerti apa yang sebeneranya sangat-sangat dibutuhkan.
4. Fokus pada “Quality over Quantity”
Daripada membeli 5 baju murah yang cepat rusak dan hanya tren sesaat, lebih baik investasi pada 1 baju berkualitas tinggi yang bisa dipakai bertahun-tahun. Cara Gen Z biar nggak konsumtif ini adalah langkah awal menuju gaya hidup minimalis yang lebih hemat.
5. Kasih Penilaian Buat Barang yang Mau Dibeli
Setiap kali mau beli barang, beri skor pada barang tersebut. Skor 1 berarti “cuma lucu aja”, dan skor 10 berarti “sangat butuh karena yang lama sudah rusak”. Jika skornya di bawah 8, jangan dibeli. Ini adalah cara Gen Z biar nggak konsumtif karena kasih kesempatan otak buat berpikir lebih logismembantu kamu berpikir lebih logis daripada emosional saat melihat diskon.
6. Hindari “Paylater”
Fitur Paylater atau cicilan tanpa kartu kredit bisa menjadi jebakan maut. Memang, dengan Paylater, kamu cepat mendapatkan barang yang diinginkan. Tapi setelah itu, bersiaplah karena akan muncul notifikasi yang mengharuskanmu buat bayar. Ini akan berbahaya kalau kamu tidak punya dana darurat dan cuma mentingin gengsi saja.
7. Bersihkan Lemari Secara Berkala (Decluttering)
Sesekali bongkar lemari baju atau meja belajarmu. Kamu akan sadar bahwa ternyata sudah banyak barang yang kamu punya tapi jarang dipakai. Kesadaran akan “tumpukan barang tidak berguna” ini bakal bikin kamu lebih malas untuk menambah barang baru lagi.
Baca Juga: Decluttering Artinya Menyortir + Alat Pembersih yang Dipakai
Jadilah Versi Terbaik Dirimu: Cerdas, Berdaya, dan Menginspirasi
Memilih untuk tidak konsumtif bukan berarti membatasi kebahagiaan, melainkan cara kita menghargai nilai diri dan hasil kerja keras dengan lebih bermartabat. Seperti kata Tissue See-U, menjadi diri sendiri berarti memiliki keberanian untuk menentukan standar kenyamananmu sendiri tanpa harus terbawa arus tren yang semu.
Ketika kamu mampu mengelola keinginan dan tetap membumi, kamu sedang membangun karakter yang kuat dan autentik. Karakter inilah yang akan memancarkan aura positif dan menjadi inspirasi nyata bagi orang-orang di sekitarmu.
Ingatlah bahwa kemewahan sejati bukan terletak pada apa yang kamu pamerkan, tetapi pada kualitas hidup dan kedamaian pikiran yang kamu miliki. Mari melangkah dengan penuh percaya diri, jadilah sosok yang bijak dalam bertindak, dan biarkan setiap keputusanmu membawa perubahan baik bagi dunia. Be yourself, inspiring others!