Aplikasi QR Code PT. Suparma Tbk

Memahami Slow Learner di Anak dan Cara Mensupportnya

Bunda terkadang Si Kecil membutuhkan proses yang lebih pelan untuk memahami pelajaran atau informasi di sekitarnya. Kondisi ini sering dikenal sebagai slow learner.

Di momen seperti ini, yang paling dibutuhkan bukan tekanan, melainkan pendampingan penuh kasih dan rasa aman dari orang tua.

Namun bagi orang tua, ini adalah “sinyal” penting untuk segera memperbaikinya sehingga pengetahuan soal slow learner sangat diperlukan.

Artinya Slow Leaner

Jadi, artinya slow learner akan digunakan untuk menggambarkan anak yang membutuhkan waktu lebih panjang dalam memahami pelajaran atau informasi baru dibanding teman seusianya.

Slow learner bukan berarti tidak pintar atau tidak mampu berkembang, melainkan cara belajarnya memang membutuhkan proses yang lebih pelan dan pendampingan yang lebih sabar.

Anak dengan kondisi ini biasanya lebih mudah memahami sesuatu bila diberikan penjelasan bertahap yang didukung oleh suasana belajar yang nyaman serta melibatkan dukungan emosional yang hangat dari Anda.

Karakteristik Anak Kesulitan Belajar

Slow leaner sebenarnya bisa mulai terlihat sejak dini. Oleh karena itu dengan memahami karakteristik anak kesulitan belajar sejak awal, orang tua dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat di rumah sekaligus bekerja sama dengan guru di sekolah. Hal ini agar Si Kecil merasa lebih nyaman saat belajar.

Perlu diingat, setiap anak memiliki proses tumbuh yang berbeda. Dengan demikian, mengenali karakteristik anak kesulitan belajar bukan untuk memberi label pada anak, melainkan agar Bunda bisa lebih memahami kebutuhan dan cara belajar terbaik untuknya.

Karakteristik anak kesulitan belajar yang pertama yakni cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami instruksi atau informasi baru yang membuat kita harus memberikan penjelasan perlahan dan bertahap.

Namun ada juga anak yang perlu dijelaskan berulang kali saat mempelajari suatu konsep. Misalnya ketika membedakan bentuk, memahami hubungan antarhal, atau menemukan persamaan dari sesuatu yang dipelajari.

Karakteristik anak kesulitan belajar yang kedua biasanya anak yang slow learner lebih mudah lupa pada hal yang baru dipelajari. Inilah yang membuat mereka kesulitan mengingat pelajaran, berhitung, memahami bahasa, atau berbicara lebih lambat.

Dari sisi emosional, beberapa anak juga lebih mudah merasa minder, cemas, atau kurang percaya diri ketika berada di lingkungan baru maupun saat belajar bersama teman-temannya.

Meski membutuhkan proses yang lebih panjang, anak slow learner tetap mampu memahami banyak hal dengan baik. Mereka hanya memerlukan dukungan, kesabaran, dan pendampingan yang konsisten agar bisa berkembang sesuai potensinya.

Hal yang Menyebabkan Anak Slow Learner

Menurut penelitian Bill Hopkins (2008), kondisi slow learner dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Keturunan
  • Kurang mendapatkan perhatian
  • Kurang mendapatkan rangsangan yang dapat memengaruhi perkembangan otak
  • Kurang termotivasi
  • Perbedaan budaya

Beberapa faktor di atas dapat membantu Bunda memahami kemungkinan penyebab Si Kecil membutuhkan waktu lebih lama dalam belajar. Namun, agar pendampingannya lebih tepat, sebaiknya Bunda tetap berkonsultasi dengan dokter atau tenaga ahli, sehingga kebutuhan Si Kecil dapat dipahami dengan lebih lembut dan sesuai.

Cara Orang Tua Mengentikan Slow Leaner pada anak-anak

Disinilah Peran orang tua begitu penting ungtuk menuntaskan slow leaner. Anda dapat melakukannya cara mengentikan Slow Learner untuk anak-anak seperti ini:

1. Berikan Dukungan dan Apresiasi

Pujian sederhana, pelukan hangat, atau perhatian kecil dari orang tua bisa membantu anak merasa lebih percaya diri dan semangat belajar. Dukungan emosional seperti ini menjadi salah satu cara orang tua menghentikan slow learner secara perlahan dan penuh kasih.

2.  Buat Target yang Sederhana

Bukan target yang terlalu besar tapi berikan sesuatu tantangan yang sederhan tapi tetapi sesuai dengan kemampuan anak agar proses belajar terasa lebih ringan dan tidak membuatnya tertekan.

3. Ajarkan untuk Tidak Takut Gagal

Anak yang membutuhkan proses belajar lebih panjang sering kali mudah merasa minder saat gagal. Karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak memahami bahwa gagal adalah bagian dari belajar, bukan sesuatu yang harus ditakuti.

4. Gunakan Alat Bantu Visual

Gambar, catatan kecil, warna, atau pengingat sederhana di rumah dapat membantu anak lebih mudah memahami dan mengingat sesuatu. Cara orang tua menghentikan slow leaner pada anak dengan memakai cara yang visual seperti ini biasanya terasa lebih nyaman untuk beberapa anak.

5. Kesabaran adalah Kunci

Hindari membentak atau membandingkan anak dengan yang lain. Gantilah dengan memberikan dukungan yang tenang dan hangat karena ini “jurus” yang ampunh dalam membantu mereka belajar dengan lebih nyaman.

6. Coba Berbagai Gaya Belajar

Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Ada yang lebih mudah memahami lewat gambar, suara, membaca, atau langsung praktik. Dengan menemukan gaya belajar yang paling nyaman, anak bisa lebih mudah memahami sesuatu tanpa merasa tertekan.

Mendampingi dengan Lembut, Menumbuhkan Cinta yang Tulus

Di tengah perjalanan mendampingi Si Kecil, perhatian kecil dari orang tua sering kali menjadi bentuk kasih sayang terbesar yang ia rasakan. Oleh karena itu Tissue Plenty® hadir menemani setiap momen itu.

Mulai dari waktu belajar bersama, menghapus air mata saat anak merasa kecewa, hingga menjadi bagian dari pelukan hangat yang menenangkan, Tissue Plenty® selalu ada.

Bagi Plenty®, kelembutan bukan hanya tentang tisu yang nyaman digunakan, tetapi juga tentang bagaimana cinta dan dukungan tulus dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri setiap harinya

Referensi:

https://www.enervon.co.id/article/5398/slow-learner

https://lingkaran.co/blog/strategi-belajar-slow-learner/

Scroll to Top