Nasi Uduk jadi makanan Jakarta punya “kembaran” di beberapa kota Indonesia. Karena namanya sama, tapi perbedaan nasi uduk Betawi dan nasi uduk biasa cukup mencolok, baik dari segi rasa, aroma, hingga cara penyajiannya.
Nasi uduk asli Betawi masih dengan mudah didapatkan sekitar Jakarta salah satunya di Tebet yang nama tempatnya adalah Nasi Uduk Tebet Barokah. Sudash berdiri puluhan tahun, Barokah masih konsisten mempertahankan kelezatan Nasi Uduk khas Jakarta maka dari itu tempat ini selalu jadi jujugan orang-orang yang rindu dengan nasi uduk khas Jakarta.
Penasaran sama perbedaan nasi uduk Betawi dan pengalaman Hos Gajah Kulinerun waktu pertama kali mencicipi nasi uduk yang katanya terenak di Jakarta ini?
Perbedaan Nasi Uduk Betawi dan Nasi Uduk Biasa
Ada tiga perbedaan nasi uduk Betawi dan nasi uduk biasa.
Perbedaan nasi uduk Betawi dan nasi uduk biasa yang pertama adalah lauk pendampingnya. Nasi uduk Betawi pasti pakai lauk tahu tempe semur, ayam semur atau telur semur.
Bagi yang belum tahu, semur berasal dari Bahasa Belanda “smoor” yang artinya merebus daging menggunakan tomat dan bawang sampai empuk.
Perbedaan nasu uduk Betawi dan nasi uduk biasa yang kedua adalah pasti pakai bihun goreng. Bihun itu dicampurkan dengan beraneka ragam sehingga sangat cocok dipadukan dengan nasi uduk betawi yang gurih manis dari santan.
Perbedaan nasi uduk Betawi dan nasi uduk biasa yang ketiga adalah pakai sambal kacang yang khas. Warna sambal di nasi uduk Betawi cenderung pucat dengan rasa yang gurih,manis dan sedikit asam. Sementara nasi uduk biasanya hanya pakai sambal tomat.
Penyesuaian Nasi Uduk Betawi dengan Selera Masyarakat Indonesia
Karena masyarakat Betawi banyak yang tinggal di kota-kota lain maka mereka juga yang membawa kenikmatan Nasi Uduk itu ke masyarakat.
Dari yang sekedar buah tangan untuk tetangga sampai menjadi menu jualannya, nasi uduk Betawi akhirnya makin terkenal. Lama kelamaan nasi uduk itu diberi sentuhan yang berbeda agar menyesuaikan selera masyarakat sekitar.
Salah satu warung nasi uduk yang berhasil membuat nasi uduk Betawi makin nikmat disemua kalangan adalah Warung Nasi Uduk Barokah di Tebet, Jakarta.
Ciri Khas Nasi Uduk Barokah Tebet Daripada Warung Lainnya
Warung Nasi Uduk Barokah Tebet sudah ada sejak tahun 2002 yang awalnya berlokasi sebuah Rusun. Itu menunjukan kalau warung makan ini sudah terkenal bagi warna sekitar.
Nasi uduk Barokah Tebet masih mempertahankan sajiannya dengan memberikan balutan daun pisang disekeliling nasi uduk. Selain itu rempah-rempah yang dipakai sangat melimpah. Tak heran bila cita rasa nasi uduknya bisa mengalahkan rasa nasi uduk yang ada di restoran.
Warung Nasi Uduk Barokah Tebet pakai dua jenis sambal yaitu sambal kacang dan sambal tomat. Keduanya dipadukan dengan gurihnya nasi dan beraneka lauk pilihannya menambah kenikmatan makanan ini.
Tak lupa disetiap sajiannya selalu ada kol goreng yang masih hangat dan renyah. Perpaduan yang pas untuk yang ingin mencoba nasi uduk terenak di Tebet.
Belum Coba Nasi Uduk Betawi Kalau Belum Kesini
Bisa dibilang kalau Nasi Uduk Barokah di Tebet adalah legenda nasi uduk Betawi yang konsisten mempertahankan rasa. Tak heran bila warung makan ini jadi salah satu tempat makan yang Gajah Kulinerun rekomendasikan untuk kalian yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.
Harga nasi uduk di warung ini sangat terjangkau. Pilihan lauknya sangat beragam lengkap dengan dua sambal pilihan sambal yang menggugah selera sehingga pengunjung dapat menyesuaikan dengan seleranya.
Tapi ada satu hal yang tersembunyi dari nasi uduk Barokah Tebet yang tak sengaja kamu temukan. Cek selengkapnya di tombol ini.
