{"id":17271,"date":"2025-12-01T14:51:46","date_gmt":"2025-12-01T07:51:46","guid":{"rendered":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/?p=17271"},"modified":"2025-12-01T14:51:46","modified_gmt":"2025-12-01T07:51:46","slug":"cara-menetralisir-setelah-makan-pedas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/cara-menetralisir-setelah-makan-pedas\/","title":{"rendered":"Bukan Air Putih! Ini Cara Menetralisir Setelah Makan Pedas yang Benar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikmati makanan pedas memang ada manfaatnya, tapi kalau berlebihan bisa jadi area mulut terasa terbakar. Jika sudah demikian, segeralah berhenti makan pedas, kemudian lakukan cara menetralisir setelah makan pedas seperti dalam bacaan ini<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata bukan es batu yang cepat menetralisir mulut &#8220;terbakar&#8221; setelah makan pedas. Justru dengan menikmati es batu saat mulut terasa pedas malah akan memperparah rasa pedas, pernah merasakannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu jangan lagi menikmati es batu untuk mengurangi rasa pedas. Sebaiknya lakukan cara yang berikut ini.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/cara-menetralisir-setelah-makan-pedas\/#Cara_Menetralisir_Setelah_Makan_Pedas\" >Cara Menetralisir Setelah Makan Pedas<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/cara-menetralisir-setelah-makan-pedas\/#1_Minum_Minuman_yang_Berbasis_Lemak\" >1. Minum Minuman yang Berbasis Lemak<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/cara-menetralisir-setelah-makan-pedas\/#2_Makanan_Manis\" >2. Makanan Manis<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/cara-menetralisir-setelah-makan-pedas\/#3_Makanan_Bertepung\" >3. Makanan Bertepung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/cara-menetralisir-setelah-makan-pedas\/#4_Minum_Minuman_Rasa_Asam\" >4. Minum Minuman Rasa Asam<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/cara-menetralisir-setelah-makan-pedas\/#Selera_Nusantara_yang_Dibalut_Dengan_Cap_Gajah\" >Selera Nusantara yang Dibalut Dengan Cap Gajah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menetralisir_Setelah_Makan_Pedas\"><\/span><b>Cara Menetralisir Setelah Makan Pedas<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan minum air putih sebanyak-banyaknya tidak membuat rasa pedas jadi mereda. Dengan demikian memesan banyak air putih setelah makan makanan yang pedas sepertinya sia-sia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggalkan minum air putih sebanyak-banyaknya, saatnya melakukan cara menetralisir setelah makan pedas yang sudah pasti efektif seperti yang berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Minum_Minuman_yang_Berbasis_Lemak\"><\/span><b>1. Minum Minuman yang Berbasis Lemak<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa pedas muncul karena senyawa kapsaisin yang tidak bisa cepat larut hanya dengan minum air putih saja. Namun senyawa kapsaisin lebih mudah larut jika Anda minum minuman yang berbasis lemak, inilah yang termasuk cara menetralisir setelah makan pedas lebih baik daripada minum air putih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman yang berbasis lemak diantaranya: Susu murni, yoghurt, dan Es Krim. Meskipun tidak dingin, namun jenis minuman ini masih bisa melegakan rasa pedas dibandingkan air putih.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Makanan_Manis\"><\/span><b>2. Makanan Manis<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meletakkan sedikit gula pasir di ujung lidah setelah makan pedas adalah satu satu cara menetralisir setelah makan pedas yang tidak membuat perut kembung karena Anda tidak mengharuskan mengkonsumsi cairan yang lebih banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ada yang lain selain gula, yaitu madu. Madu dinilai lebih baik daripada gula karena manis alami dan terkandung banyak zat-zat yang baik untuk tubuh diantaranya\u00a0 antioksidan, enzim, dan mineral. (Sumber:<\/span><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/nutrisi\/fakta-gizi\/madu-atau-gula-mana-lebih-baik\/#:~:text=Apakah%20madu%20lebih%20sehat%20dari,bisa%20menjadi%20pilihan%20pemanis%20sehat.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Hello Sehat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">). Cara menetralisir setelah makan pedas pakai madu yaitu dengan menuangkan madu asli secukupnya ke sendok makan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Makanan_Bertepung\"><\/span><b>3. Makanan Bertepung<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senyawa Kapsaisin juga bisa diserap oleh makanan bertepung nasi putih. Konsumsilah makanan bertepung itu tanpa campuran apapun untuk dapat menghilangkan rasa pedas itu. Zat karbohidrat di nasi mampu menyerap senyawa Kapsaisin penyebab rasa pedas dengan cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena Karbohidratnya, nasi dipercaya mampu mengurangi rasa pedas di mulut karena tekstur kasarnya yang mampu mengecoh reseptor lidah sehingga tidak lagi mendeteksi rasa pedas secara intens.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Minum_Minuman_Rasa_Asam\"><\/span><b>4. Minum Minuman Rasa Asam<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman rasa asam mampu menetralisir pH pada rasa pedas sehingga rasa pedas jadi lebih cepat berkurang. Cara menetralisir setelah makan pedas dengan minuman asam diantaranya perasan jeruk lemon dan atau jus tomat tanpa gula.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Selera_Nusantara_yang_Dibalut_Dengan_Cap_Gajah\"><\/span><b>Selera Nusantara yang Dibalut Dengan Cap Gajah<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sensasi terbakar yang dihasilkan oleh kapsaisin seringkali dianggap &#8220;menyiksa,&#8221; bagi lidah orang Indonesia, rasa pedas justru menjadi elemen yang tak terpisahkan dari kenikmatan bersantap. Ini bukan sekadar rasa, melainkan sebuah dorongan selera yang membuat makanan terasa lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hidup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menggugah. Tidak heran, di mana pun kita berada, para pedagang makanan selalu berlomba-lomba menghadirkan menu yang menantang, seperti nasi penyetan dengan sambal yang pedasnya &#8220;nendang&#8221; dan benar-benar membuat ketagihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baca Juga:<\/span><a href=\"https:\/\/ptsuparmatbk.com\/article\/kertas-gajah\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Kertas Bungkus Cap Gajah untuk Segala Jenis Makanan<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenikmatan nasi penyetan di sekitar kita tentu akan semakin sempurna dan aman jika para pedagang menggunakan kertas pembungkus dari merk Cap Gajah. Kertas ini sudah sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food grade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mendukung kelestarian lingkungan berkat teknologi oxo-biodegradable catalyst yang membuatnya cepat terurai. Kini, siapapun bisa meningkatkan kualitas dan keamanan hidangan mereka dengan mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">*tombol mp*<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menikmati makanan pedas memang ada manfaatnya, tapi kalau berlebihan bisa jadi area mulut terasa terbakar. Jika sudah demikian, segeralah berhenti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18509,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-17271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tisu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17271"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18510,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17271\/revisions\/18510"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18509"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}