{"id":19746,"date":"2026-01-30T14:19:56","date_gmt":"2026-01-30T07:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/?p=19746"},"modified":"2026-01-30T14:43:27","modified_gmt":"2026-01-30T07:43:27","slug":"oseng-mercon-koyor-di-jogja-paling-pedas-dekat-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/oseng-mercon-koyor-di-jogja-paling-pedas-dekat-ugm\/","title":{"rendered":"Oseng Mercon Koyor di Jogja Paling Pedas Dekat UGM"},"content":{"rendered":"<p>Orang Yogya tak pernah kehabisan ide untuk menciptakan masakan yang enak. Buktinya urat sapi saja dapat dijadikan makanan yang bikin mata melotot <em>saking<\/em> pedasnya, nama makanan itu Koyor Oseng Mercon. Ada satu warung Oseng Mercon Koyor di Jogja yang tak pernah sepi yaitu Oseng Mercon Tugu Jogja.<\/p>\n<p>Oseng Mercon &#8220;Tugu Jogja&#8221; tidak punya cabang sehingga warung kuliner pedas Yogya ini hanya buka di dekat Universitas Gajah Mada (UGM) tepatnya di depan <a href=\"https:\/\/share.google\/YrficIDHIxhh3VBVN\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Graha Sabha Pramana<\/a>. Meskipun terkenal dengan koyornya, tapi warung lesehan ini juga menjual beraneka lauk pedas lainnya yang dijamin bikin keringetan.<\/p>\n<p>Seenak apa makanan di Oseng Mercon Tugu Jogja? Cek reviewnya dlam artikel ini<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/oseng-mercon-koyor-di-jogja-paling-pedas-dekat-ugm\/#Sejarah_Makanan_Oseng_Mercon_Koyor\" >Sejarah Makanan Oseng Mercon Koyor<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/oseng-mercon-koyor-di-jogja-paling-pedas-dekat-ugm\/#Warung_Oseng_Mercon_Koyor_di_Jogja_Paling_Viral\" >Warung Oseng Mercon Koyor di Jogja Paling Viral<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Makanan_Oseng_Mercon_Koyor\"><\/span>Sejarah Makanan Oseng Mercon Koyor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Oseng Mercon Koyor muncul sejak ratusan tahun yang lalu ketika Indonesia sedang dijajah oleh Klonial. Pada saat itu masyrakat tengah krisis ekonomi yang justru mendorong kreativitas warga Indonesia dalam menghasilkan makanan yang berasal dari bahan baku yang murah pada saat itu, salah satunya adalah Jeroan Sapi, kikil, tetelan, dan urat sapi atau koyor.<\/p>\n<p>Dengan aneka rempah yang melimpah, masyrakat Indonesia pun berhasil mencampurkan Koyor dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menghasilkan rasa yang unik pedas dan gurih dan kini dikenal dengan seputan Oseng Mercon Koyor.<\/p>\n<p>Oseng bersal dari Bahasa Jawa yang artinya masakan yang diolah dengan cara ditumis. Pada Oseng Mercon Koyor di Jogja, tumisan yang dimaksud adalah ketika pedagang menggoreng aneka rempah-rempah dengan memakai minyak yang sedikit.<\/p>\n<p>Semenatara nama Mercon terinspirasi dari nama lain Petasan, benda yang biasanya dimainkan saat Hari Raya. Petasan atau mercon sendiri diibaratkan sebagai benda yang &#8220;meledak&#8221;, maka dari itu saking pedasnya kuliner malam Yogya ini maka diibatkan dengan petasan yang meledak-ledak.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warung_Oseng_Mercon_Koyor_di_Jogja_Paling_Viral\"><\/span>Warung Oseng Mercon Koyor di Jogja Paling Viral<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sudah banyak rumah makan yang menjual oseng mercon di Jogja. Namun beberapa tahun ke belakang, warung oseng mercon koyor di jogja yang lagi viral yaitu Oseng Mercon Tugu Jogja yang lokasinya di depan Graha Sabha Pramana, salah satu gedung milik Universitas Gadjah Mada (UGM).<\/p>\n<p>Warung Oseng Mercon Koyor &#8220;Tugu&#8221; tidak megah karena Anda akan menikmati sajian makana pedas ini dengan duduk dibawah atau lesehan berasalaskan tikar yang sederhana. Tapi justru makan lesehan dengan duduk bersila seperti <a href=\"https:\/\/www.yogaadi.com\/5-incredible-health-benefits-of-sukhasana-easy-sitting-pose\/#:~:text=Supports%20Digestive%20Health,common%20contributor%20to%20digestive%20problems.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"43\">Sukhasana<\/i><\/a> dalam yoga mampu menenangkan sistem saraf\u00a0 yang mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sedang dalam keadaan tenang dan aman. Ketika pikiran rileks, sistem saraf parasimpatis aktif, yang mengoptimalkan fungsi pencernaan. Kondisi rileks ini membuat kita lebih peka terhadap tekstur dan rasa makanan (palatabilitas).<\/p>\n<p>Setiap sajian oseng koyor di warung oseng mercon koyor &#8220;Tugu&#8221;, Anda akan mendapatkan oseng mercon, nasi putih hangat dan kerupuk putih. Selain mempercaya tektur makanan saat dikunyah, fungsi kerupuk itu adalah untuk mengurasi rasa pedas pasa oseng mercon koyor yang Anda pesan.<\/p>\n<p>Rasa pedas seporsi oseng mercon koyor &#8220;Tugu&#8221; menemani dinginnya suasana malam di Kota Yogyakarta. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, datanglah pada jam 17.30 WIB sampai 23.00 WIB. Tidak disarankan untuk datang mendekati jam tutup karena Anda mungkin tak sempat mencicipi oseng mercon koyor yang lembut dan super pedas itu.<\/p>\n<p>Ternyata warung Oseng Mercon Tugu Jogja bukan hanya jual oseng-oseng koyor. Ada menu-menu pedas lainnya yang wajib dicoba. Apakah rasanya seenakan oseng-oseng koyornya yang viral itu? Ini kata Sobat Gajah pada videonya yang ada <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Nfx9cDS2e30\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">disini<\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Nfx9cDS2e30\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-19780 size-full\" src=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Untitled-design-14.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Untitled-design-14.png 1920w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Untitled-design-14-300x169.png 300w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Untitled-design-14-1024x576.png 1024w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Untitled-design-14-768x432.png 768w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Untitled-design-14-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Yogya tak pernah kehabisan ide untuk menciptakan masakan yang enak. Buktinya urat sapi saja dapat dijadikan makanan yang bikin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-19746","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tisu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19746"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19779,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19746\/revisions\/19779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}