{"id":20465,"date":"2026-02-26T14:54:21","date_gmt":"2026-02-26T07:54:21","guid":{"rendered":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/?p=20465"},"modified":"2026-02-27T09:26:21","modified_gmt":"2026-02-27T02:26:21","slug":"ngabuburit-dari-bahasa-apa-dari-sunda-dan-ini-artinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/ngabuburit-dari-bahasa-apa-dari-sunda-dan-ini-artinya\/","title":{"rendered":"Ngabuburit dari Bahasa Apa? dari Sunda dan Ini Artinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Ramadhan selalu membawa tradisi dan kebiasaan khas yang sudah mendarah daging di Indonesia, seperti salah satunya adalah ngabuburit, istilah yang sering terdengar ketika sore hari menjelang azan Magrib berbunyi. Jika kamu pernah bertanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit dari bahasa apa sih?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, artikel ini akan menjawab pertanyaan itu secara lengkap dan mudah dipahami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah ngabuburit ini sarat akan makna budaya dan linguistik yang unik, serta telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia di bulan puasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita kupas satu per satu asal-usul kata \u201cngabuburit\u201d, maknanya, sampai bagaimana istilah ini kini dipahami masyarakat dari Sabang sampai Merauke.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/ngabuburit-dari-bahasa-apa-dari-sunda-dan-ini-artinya\/#Kata_Ngabuburit_Dari_Bahasa_Apa\" >Kata Ngabuburit Dari Bahasa Apa?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/ngabuburit-dari-bahasa-apa-dari-sunda-dan-ini-artinya\/#Istilah_Ngabuburit_dalam_Kamus_Bahasa_Indonesia\" >Istilah Ngabuburit dalam Kamus Bahasa Indonesia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/ngabuburit-dari-bahasa-apa-dari-sunda-dan-ini-artinya\/#Sejarah_Singkat_Kata_Ngabuburit\" >Sejarah Singkat Kata Ngabuburit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/ngabuburit-dari-bahasa-apa-dari-sunda-dan-ini-artinya\/#Nama_Lain_Ngabuburit_di_Berbagai_Daerah\" >Nama Lain Ngabuburit di Berbagai Daerah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/ngabuburit-dari-bahasa-apa-dari-sunda-dan-ini-artinya\/#Ngabuburit_Asyik_Tanpa_Drama_Keringat\" >Ngabuburit Asyik Tanpa Drama Keringat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kata_Ngabuburit_Dari_Bahasa_Apa\"><\/span><b>Kata Ngabuburit Dari Bahasa Apa?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata ngabuburit dari bahasa apa? Jawabannya adalah bahasa Sunda. Sunda sendiri adalah nama daerah di Indonesia yang berasal dari wilayah Jawa Barat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut pakar budaya, istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berasal dari kata \u201cburit\u201d yang dalam bahasa Sundaartinya sore hari atau petang. Kemudian kata &#8220;burit&#8221; tersebut diberi imbuhan \u201cnga-\u201d, yang fungsinya untuk membentuk kata kerja sehingga tercipta kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pengertian tersebut maka kata Ngabuburit diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan saat menunggu waktu berbuka puasa atau tepatnya pada sore hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun jika dalam penjeleasan etimologis, kata ngabuburit diambil dari frasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cngalantung ngadagoan burit\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang dalam Bahasa Indonesia artinya bersantai sambil menunggu waktu sore atau petang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik secara etimologis maupun pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kata Ngabuburit sama-sama menggambarkan aktivitas menunggu waktu buka puasa dengan cara yang santai.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Istilah_Ngabuburit_dalam_Kamus_Bahasa_Indonesia\"><\/span><b>Istilah Ngabuburit dalam Kamus Bahasa Indonesia<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selebihnya, mengenal ngabuburit dari bahasa apa rasanya akan lebih afdol jika dilihat dari kacamata Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Di dalam KBBI, kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mengabuburit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dijelaskan sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka puasa menjelang azan Magrib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian masuknya istilah ini dalam kamus bahasa nasional menunjukkan bagaimana kata yang awalnya hanya populer di wilayah Sunda kemudian menyebar dan diterima secara luas di Indonesia. Ini menjadi contoh kata yang berasal dari bahasa daerah tetapi kini digunakan secara umum oleh berbagai kalangan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Singkat_Kata_Ngabuburit\"><\/span><b>Sejarah Singkat Kata Ngabuburit<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah ngabuburit mulai dikenal secara luas di luar daerah asalnya sejak era 1980-an. Pada tahun itu, para pemuda di wilayah Jawa Barat (terutama di Bandung) kerap mengadakan kegiatan musik dan acara komunitas yang diberi nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Ini membantu istilah tersebut semakin populer dan menyebar ke berbagai daerah lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lambat laun, perkembangan sosial media, serta mobilitas masyarakat juga mempercepat penyebaran istilah ini ke penjuru Indonesia. Akhirnya, kegiatan menunggu waktu berbuka puasa pun lebih mudah disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, meskipun budaya atau istilah lokal lain juga pernah digunakan di beberapa daerah.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Nama_Lain_Ngabuburit_di_Berbagai_Daerah\"><\/span><b>Nama Lain Ngabuburit di Berbagai Daerah<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kini sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, beberapa daerah masih memiliki istilah lokal lain yang serupa untuk menyebut kegiatan menunggu waktu berbuka puasa. Ini dia nama lain ngabuburit di berbagai daerah seperti yang berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Minangkabau (Sumatera Barat):<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">malengah puaso<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang berarti melakukan aktivitas untuk mengalihkan rasa lapar dan haus saat menunggu berbuka,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Banjar (Kalimantan Selatan):<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">basambang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu berjalan-jalan santai di waktu senja menjelang berbuka,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Madura (Jawa Timur):<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">nyar\u00e8 malem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nyar\u00e8 bhuka\u2019an<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang berarti mencari makanan untuk berbuka puasa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ngabuburit_Asyik_Tanpa_Drama_Keringat\"><\/span><b>Ngabuburit Asyik Tanpa Drama Keringat<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, tepatnya dari kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti sore atau petang, lalu diberi imbuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nga-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sehingga menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 yaitu melakukan aktivitas sambil menunggu sore atau waktu berbuka puasa.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10990\" src=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/tisu-kantong-plenty-300x138.png\" alt=\"tisu kantong plenty\" width=\"300\" height=\"138\" srcset=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/tisu-kantong-plenty-300x138.png 300w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/tisu-kantong-plenty-1024x470.png 1024w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/tisu-kantong-plenty-768x352.png 768w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/tisu-kantong-plenty-1536x705.png 1536w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/tisu-kantong-plenty.png 1920w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berburu takjil atau sekadar berjalan-jalan sambil melihat jajanan khas Ramadhan menjadi momen yang dinanti banyak orang. Namun, jangan lupa bahwa aktivitas ini juga bisa terasa melelahkan apalagi jika dilakukan saat cuaca masih terik. Oleh karena itu, pastikan selalu membawa Plenty\u00ae Handkerchief&nbsp; untuk mengusap keringat dan membersihkan area-area lainnya sambil berburu takjil khas Ramadhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baca Juga:<\/span><a href=\"https:\/\/www.ptsuparmatbk.com\/article\/11-produk-tisu-indonesia-merk-plenty-yang-ada-di-pasaran\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">11+ Produk Tisu Indonesia merk Plenty yang Ada di Pasaran<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan membawa tisu yang nyaman dan praktis ini maka menjalankan aktivitas ini agar tetap nyaman sampai waktu berbuka tiba.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"fasc-button fasc-size-medium fasc-type-flat\" style=\"background-color: #33809e; color: #ffffff;\" href=\"https:\/\/shopee.co.id\/officialplentyseeujakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belanja Sekarang<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bulan Ramadhan selalu membawa tradisi dan kebiasaan khas yang sudah mendarah daging di Indonesia, seperti salah satunya adalah ngabuburit, istilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":20505,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-20465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tisu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20465"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20507,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20465\/revisions\/20507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}