{"id":21723,"date":"2026-05-05T15:02:32","date_gmt":"2026-05-05T08:02:32","guid":{"rendered":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/?p=21723"},"modified":"2026-05-06T13:06:51","modified_gmt":"2026-05-06T06:06:51","slug":"contoh-kebiasaan-buruk-anak-di-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/contoh-kebiasaan-buruk-anak-di-rumah\/","title":{"rendered":"12 Contoh Kebiasaan Buruk Anak di Rumah yang Perlu Diperhatikan Orang Tua"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"727\" data-end=\"803\">Setiap orang tua ingin melihat anaknya tumbuh dengan kebiasaan yang baik. Tapi dalam prosesnya, anak juga bisa menunjukkan berbagai\u00a0<strong style=\"font-size: 16px; font-style: normal;\" data-start=\"1074\" data-end=\"1114\">contoh kebiasaan buruk anak di rumah<\/strong><span style=\"font-size: 16px;\">.<\/span><\/p>\n<p data-start=\"727\" data-end=\"803\"><span style=\"font-size: 16px;\">Hal ini sebenarnya wajar, karena anak masih dalam tahap belajar mengenal lingkungan, emosi, dan aturan. Tapi yang terpenting<\/span> adalah\u00a0 memahami sejak dini\u00a0 agar Anda dapat menghindari perilaku tersebut berlangsung terus-menerus.<\/p>\n<p data-start=\"1178\" data-end=\"1340\">Agar cepat menindaklanjutin kebiasaan buruk itu sebaiknya Anda harus tahu beberapa \u00a0kebiasaan buruk anak di rumah seperti dalam artikel ini agar dapat mengantisipasi sekaligus langsung mengajarkan hal-halpositif kepadanya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/contoh-kebiasaan-buruk-anak-di-rumah\/#Mengapa_Anak_Bisa_Memiliki_Kebiasaan_Buruk_di_Rumah\" >Mengapa Anak Bisa Memiliki Kebiasaan Buruk di Rumah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/contoh-kebiasaan-buruk-anak-di-rumah\/#Beberapa_Contoh_Kebiasaan_Buruk_Anak_di_Rumah_yang_Sering_Terjadi\" >Beberapa Contoh Kebiasaan Buruk Anak di Rumah yang Sering Terjadi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/contoh-kebiasaan-buruk-anak-di-rumah\/#Tips_Cara_Mengatasi_Contoh_Kebiasaan_Buruk_Anak_di_Rumah\" >Tips Cara Mengatasi Contoh Kebiasaan Buruk Anak di Rumah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/contoh-kebiasaan-buruk-anak-di-rumah\/#Menciptakan_Rumah_Nyaman_untuk_Anak_dan_Keluarga_Itu_yang_Penting\" >Menciptakan Rumah Nyaman untuk Anak dan Keluarga Itu yang Penting<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 data-start=\"1347\" data-end=\"1406\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Anak_Bisa_Memiliki_Kebiasaan_Buruk_di_Rumah\"><\/span><span role=\"text\"><strong data-start=\"1350\" data-end=\"1406\">Mengapa Anak Bisa Memiliki Kebiasaan Buruk di Rumah?<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"1408\" data-end=\"1521\">Sebelum membahas lebih jauh tentang <strong data-start=\"1444\" data-end=\"1484\">c<\/strong>ontoh kebiasaan buruk anak di rumah, penting untuk memahami penyebab yang umumnya terjadi anara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"1571\" data-end=\"1772\">\n<li data-start=\"1571\" data-end=\"1615\">Anak meniru perilaku orang di sekitarnya<\/li>\n<li data-start=\"1616\" data-end=\"1664\">Kurangnya batasan atau aturan yang konsisten<\/li>\n<li data-start=\"1665\" data-end=\"1696\">Rasa ingin tahu yang tinggi<\/li>\n<li data-start=\"1697\" data-end=\"1732\">Cara anak mengekspresikan emosi<\/li>\n<li data-start=\"1733\" data-end=\"1772\">Kurangnya perhatian atau komunikasi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan demikian, poin-poin di atas dapat disimpulkan bahwa ta semua contoh kebiasaan buruk anak di rumah\u00a0bukan karena anak \u201cnakal\u201d, tetapi karena mereka belum memahami mana perilaku yang tepat.<\/p>\n<h2 data-start=\"1928\" data-end=\"1991\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Beberapa_Contoh_Kebiasaan_Buruk_Anak_di_Rumah_yang_Sering_Terjadi\"><\/span><span role=\"text\"><strong data-start=\"1931\" data-end=\"1991\">Beberapa Contoh Kebiasaan Buruk Anak di Rumah yang Sering Terjadi<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"1993\" data-end=\"2099\">Tugas Anda baru dimulai! Waspada jika Si Buah Hati sudah memperlihatkan contoh kebiasaan buruk anak di rumah yang berikut ini.<\/p>\n<p data-start=\"2101\" data-end=\"2154\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"2105\" data-end=\"2154\">1. Sering Menunda atau Tidak Mau Mendengarkan<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"2155\" data-end=\"2288\">Jika anak sering mengabaikan instruksi sederhana maka ini sudah termasuk ciri-ciri kebiasaan buruk dari anak yang harus segera diubah.<\/p>\n<p data-start=\"2290\" data-end=\"2335\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"2294\" data-end=\"2335\">2. Tidak Mau Merapikan Barang Sendiri<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"2336\" data-end=\"2468\">Coba perhatikan, apakah Si Kecil suka meninggalkan mainannya begitu saja setelah dimainkan? Atau bahkan meninggalkan sampah berserakan di sana? Jangan biarkan contoh kebiasaan buruk anak di rumah ini terjadi terus-menerus.<\/p>\n<p data-start=\"1222\" data-end=\"1252\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1226\" data-end=\"1252\">3. Kebiasaan Berbohong<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"1253\" data-end=\"1526\">Anak mulai berbohong biasanya untuk menghindari teguran. Misalnya mengatakan belum melakukan sesuatu padahal sudah. Ini merupakan salah satu <strong data-start=\"1394\" data-end=\"1434\">contoh kebiasaan buruk anak di rumah<\/strong> yang perlu ditangani dengan pendekatan yang lembut agar anak memahami pentingnya kejujuran.<\/p>\n<p data-start=\"1533\" data-end=\"1569\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1537\" data-end=\"1569\">4. Sering Tantrum<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"1570\" data-end=\"1783\">Tantrum sebenarnya bagian dari proses belajar mengelola emosi, tetapi tetap perlu diarahkan dengan sabar. Tapi jika ini terlalu berlebihan seperti <span style=\"font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;\">menangis, berteriak, atau melempar barang, Anda perlu segera menanganinya.<\/span><\/p>\n<p data-start=\"1790\" data-end=\"1832\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1794\" data-end=\"1832\">5. Terlalu Lama Menggunakan Gadget<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"1833\" data-end=\"2021\">Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan anak kurang aktif, sulit fokus, bahkan sampai kurang responsif terhadap lingkungan sekitar..<\/p>\n<p data-start=\"2028\" data-end=\"2066\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"2032\" data-end=\"2066\">6. Tidak Sopan dalam Berbicara<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"2067\" data-end=\"2280\">Anak yang sering membentak atau menjawab dengan nada tinggi biasanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, baik dari rumah maupun media yang mereka konsumsi.<\/p>\n<p data-start=\"2287\" data-end=\"2329\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"2291\" data-end=\"2329\">7. Sulit Berbagi dengan Orang Lain<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"2330\" data-end=\"2504\">Anak cenderung ingin memiliki semua hal sendiri dan sulit berbagi. Hal ini merupakan fase perkembangan, tetapi perlu dibimbing agar anak belajar memahami perasaan orang lain.<\/p>\n<p data-start=\"2511\" data-end=\"2554\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"2515\" data-end=\"2554\">8. Kebiasaan Makan yang Kurang Baik<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"2555\" data-end=\"2745\">Seperti makan sambil bermain, terlalu lama menghabiskan makanan, atau hanya mau makanan tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"2555\" data-end=\"2745\">Jika tidak dibiasakan sejak dini, maka kebiasaan buruk anak di rumah ini bisa berdampak pada kesehatan anak.<\/p>\n<p data-start=\"2752\" data-end=\"2792\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"2756\" data-end=\"2792\">9. Tidak Menjaga Kebersihan Diri<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"2793\" data-end=\"2964\">Anak sering lupa mencuci tangan, enggan mandi, atau tidak peduli dengan kebersihan setelah bermain. Padahal ini adalah kebiasaan dasar yang penting untuk kesehatan mereka.<\/p>\n<p data-start=\"2971\" data-end=\"3009\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"2975\" data-end=\"3009\">10. Sering Membantah Orang Tua<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"3010\" data-end=\"3163\">Seiring bertambahnya usia, anak mulai menunjukkan pendapatnya sendiri. Namun jika tidak diarahkan, mereka bisa terbiasa membantah tanpa memahami batasan.<\/p>\n<p data-start=\"3170\" data-end=\"3201\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"3174\" data-end=\"3201\">11. Tidur Terlalu Larut<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"3202\" data-end=\"3370\">Waktu tidur yang tidak teratur sering terjadi karena anak terlalu asyik bermain atau menggunakan gadget. Kebiasaan ini dapat memengaruhi kondisi fisik dan emosi mereka.<\/p>\n<p data-start=\"3377\" data-end=\"3412\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"3381\" data-end=\"3412\">12. Tidak Bertanggung Jawab<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-start=\"3413\" data-end=\"3621\">Anak mungkin sering meninggalkan tugas tanpa diselesaikan. Jangan biarkan! Justru ini termasuk dalam contoh kebiasaan buruk anak di rumah yang perlu dilatih sejak dini agar anak belajar bertanggung jawab terhadap hal-hal kecil.<\/p>\n<h2 data-start=\"3914\" data-end=\"3972\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Cara_Mengatasi_Contoh_Kebiasaan_Buruk_Anak_di_Rumah\"><\/span><span role=\"text\"><strong data-start=\"3917\" data-end=\"3972\">Tips Cara Mengatasi Contoh Kebiasaan Buruk Anak di Rumah<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-21813 size-large\" src=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/pexels-huynh-van-75710069-9300262-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/pexels-huynh-van-75710069-9300262-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/pexels-huynh-van-75710069-9300262-300x200.jpg 300w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/pexels-huynh-van-75710069-9300262-768x512.jpg 768w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/pexels-huynh-van-75710069-9300262-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/pexels-huynh-van-75710069-9300262-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p data-start=\"3974\" data-end=\"4074\">Menghadapi 12 contoh kebiasaan buruk anak di rumah tersebut membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat. Tidak dengan nada tinggi atau cara-cara ekstrem lainnya, stapi cukup dengan melakukan <span role=\"text\">cara mengatasi contoh kebiasaan buruk anak di rumah berikut ini:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Berikan Contoh yang Baik Setiap Saat<\/strong><br \/>\n<strong>2. Buat Aturan yang Konsisten<\/strong><br \/>\n<strong>3. Gunakan Pendekatan Lembut<\/strong><br \/>\n<strong>4. Beri Apresiasi<\/strong><br \/>\n<strong>5. Biasakan untuk Bertanggung Jawab<\/strong><br \/>\n<strong>6. Luangkan Waktu Bersama Anak<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4967\" data-end=\"5055\">Perhatian orang tua dapat mengurangi munculnya <strong data-start=\"5014\" data-end=\"5054\">contoh kebiasaan buruk anak di rumah<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"5342\" data-end=\"5397\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menciptakan_Rumah_Nyaman_untuk_Anak_dan_Keluarga_Itu_yang_Penting\"><\/span><span role=\"text\"><strong data-start=\"5345\" data-end=\"5397\">Menciptakan Rumah Nyaman untuk Anak dan Keluarga Itu yang Penting<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"5535\" data-end=\"5593\">Setiap proses membutuhkan waktu, kesabaran, dan perhatian. Itu akan berbuah manis jika Anda memberikan cinta kasih yang tulus dengan sentuhan lembutnya yang tiada henti disetiap aktivitasnya dengan memakai <a href=\"https:\/\/www.ptsuparmatbk.com\/article\/kenali-produk-plenty-tisu-premium-berkualitas-dan-ramah-alam\/\">Tissue Plenty\u00ae<\/a>.<\/p>\n<p data-start=\"5704\" data-end=\"5858\">Dengan kelembutan dan kualitasnya, Plenty hadir untuk mendukung setiap momen keluarga\u2014mulai dari menjaga kebersihan hingga menemani aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"5860\" data-end=\"6028\">Karena rumah yang nyaman adalah tempat terbaik bagi anak untuk belajar meninggalkan kebiasaan buruk anak agar dia bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.<\/p>\n<p data-start=\"5860\" data-end=\"6028\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.jpnn.com\/news\/perkuat-posisi-di-pasar-tisu-keluarga-plenty-bidik-ibu-modern\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkuat Posisi di Pasar Tisu Keluarga, Plenty Bidik Ibu Modern<\/a><\/p>\n<p data-start=\"6030\" data-end=\"6171\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan menghadirkan tisu Plenty di setiap sudut rumah, Anda turut menciptakan lingkungan yang bersih, hangat, dan penuh kasih sayang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap orang tua ingin melihat anaknya tumbuh dengan kebiasaan yang baik. Tapi dalam prosesnya, anak juga bisa menunjukkan berbagai\u00a0contoh kebiasaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-21723","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tisu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21723"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21814,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21723\/revisions\/21814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}