{"id":22547,"date":"2026-06-23T15:00:37","date_gmt":"2026-06-23T08:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/?p=22547"},"modified":"2026-06-23T15:00:37","modified_gmt":"2026-06-23T08:00:37","slug":"kenapa-dinamakan-bumbu-bali-padahal-ada-di-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/kenapa-dinamakan-bumbu-bali-padahal-ada-di-jawa\/","title":{"rendered":"Kenapa Dinamakan Bumbu Bali Padahal Ada di Jawa?"},"content":{"rendered":"<p>Waktu akan membungkus makanan di warung nasi, kamu tertarik dengan satu lauk yang kata penjualnya pakai bumbu bali. Tapi kenapa dinamakan bumbu bali? Padahal kamu membeli makanan itu bukan di tempat makanan khusus hidangan Bali.<\/p>\n<p>Sebagian masyrakat yang tinggal di Jawa mungkin tak asing dengan makanan ini. Tapi untuk pendatang, hal inilah yang membuatnya bertanya-tanya.<\/p>\n<p>Agar dapat mengurangi rasa penasarann itu maka simaklah artikel ini sampai selesai.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/kenapa-dinamakan-bumbu-bali-padahal-ada-di-jawa\/#Apa_Itu_Bumbu_Bali\" >Apa Itu Bumbu Bali?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/kenapa-dinamakan-bumbu-bali-padahal-ada-di-jawa\/#Apa_Perbedaan_Bumbu_Bali_dan_Bumbu_Balado\" >Apa Perbedaan Bumbu Bali dan Bumbu Balado?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/kenapa-dinamakan-bumbu-bali-padahal-ada-di-jawa\/#Lalu_Kenapa_Dinamakan_Bumbu_Bali\" >Lalu Kenapa Dinamakan Bumbu Bali?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/kenapa-dinamakan-bumbu-bali-padahal-ada-di-jawa\/#Pentingnya_Memilih_Kertas_Bungkus_yang_Tepat_untuk_Makanan_Berbumbu_Bali\" >Pentingnya Memilih Kertas Bungkus yang Tepat untuk Makanan Berbumbu Bali<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Bumbu_Bali\"><\/span>Apa Itu Bumbu Bali?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bumbu Bali adalah bumbu asli Nusantara yang ciri khasnya menggunakan perpaduan rasa manis, gurih dan pedas. Biasanya bumbu bali dipakai untuk berbagai campuran lauk-pauk seperti telur, tahu, temmpe, ayam dan ikan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Perbedaan_Bumbu_Bali_dan_Bumbu_Balado\"><\/span>Apa Perbedaan Bumbu Bali dan Bumbu Balado?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Awalnya mengira bumbu bali adalah nama lain dari bumbu balado. Tapi setelah dicoba kita baru tahu perbedaannya.<\/p>\n<p>Perbedaan bumbu bali dan bumbu balado yang pertama terasa dari rasanya. Bumbu bali\u00a0 cenderung pedas manis karena memakai kecap. Sementara bumbu balado punya rasa yang pedas yang lebih tajam namun menyegarkan karena tanpa memakai kecap manis.<\/p>\n<p>Perbedaan yang kedua terasa dari teksturnya. Bumbu bali cenderung lebih lembut, sementara bumbu balado sedikit lebih kasar karena diulek.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lalu_Kenapa_Dinamakan_Bumbu_Bali\"><\/span>Lalu Kenapa Dinamakan Bumbu Bali?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bumbu Bali biasanya dibuat dari perpaduan cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, terasi, kunyit, jahe, lengkuas, dan berbagai rempah lainnya. Rempah-rempat tersebut kemudian ditumis hingga matang sehingga menghasilkan aroma yang kuat dan menggugah selera cocok dengan selera lidah masyrakat Indonesia.<\/p>\n<p>Namun, banyak orang masih bertanya-tanya kenapa dinamakan bumbu Bali. Ternyata dinamakan dengan karena terinspirasi dari kuliner masyarakat Bali yang memasaknya menggunakan rempah-rempah yang melimpah dan teknik pengolahan bumbu yang kompleks.<\/p>\n<p>Meski beberapa menu bumbu Bali yang populer saat ini telah mengalami adaptasi di berbagai daerah, karakter rasa dan racikan rempahnya tetap mengacu pada kekayaan kuliner khas Bali yang menjadi asal-usul namanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Memilih_Kertas_Bungkus_yang_Tepat_untuk_Makanan_Berbumbu_Bali\"><\/span>Pentingnya Memilih Kertas Bungkus yang Tepat untuk Makanan Berbumbu Bali<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masakan yang pakai bumbu Bali pasti mengandung minyak serta teksturnya yang lebih basah maka dari itu para pedagangnya wajib pakai kertas bungkus yang mampu menjaga kebersihan, kualitas, dan kenyamanan saat disantap.<\/p>\n<p>Menggunakan kertas bungkus yang kurang tepat dapat menyebabkan minyak dan bumbu merembes ke luar, membuat kemasan mudah sobek, serta mengurangi pengalaman pelanggan saat menikmati makanan. Untuk menghilangkan kejadian serupa maka penting untuk memilih kertas bungkus yang kuat dan tahan terhadap minyak, seperti Kertas Nasi Cap Gajah. Dengan lapisan yang membantu menahan rembesan minyak, kertas ini cocok digunakan untuk berbagai ayam bumbu Bali, ikan bumbu Bali, hingga aneka lauk berbumbu rempah lainnya.<\/p>\n<p>Selain anti rembes dan tahan minyak, Kertas Nasi Cap Gajah juga mudah dilipat serta tidak mudah sobek, sehingga membantu penjual makanan dalam membungkus pesanan pelanggan dengan lebih rapi, higienis, dan profesional. Dengan kemasan yang tepat, cita rasa lezat makanan berbumbu Bali dapat tetap terjaga hingga sampai ke tangan pelanggan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Waktu akan membungkus makanan di warung nasi, kamu tertarik dengan satu lauk yang kata penjualnya pakai bumbu bali. Tapi kenapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-22547","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tisu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22547"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22549,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22547\/revisions\/22549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}