{"id":22553,"date":"2026-06-24T15:41:34","date_gmt":"2026-06-24T08:41:34","guid":{"rendered":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/?p=22553"},"modified":"2026-06-24T15:41:34","modified_gmt":"2026-06-24T08:41:34","slug":"perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/","title":{"rendered":"Perbedaan Ayam Ingkung dan Ayam Panggang &#8211; Enakan yang Mana?"},"content":{"rendered":"<p>Dua olahan ayam yang diminati orang Indonesia sampai sekarang adalah ayam ingkung dan ayam panggang. Keduanya mirip, masih tetap ada perbedaan ayam ingkung dan ayam panggang yang harus kita tahu.<\/p>\n<p>Bagi pengusaha kuliner, memahaminya sangat penting agar tidak menimbulkan ekspektasi yang salah di mata pelanggan. Dengan demikian bisnis Anda tidak mengecewakan pelanggan.<\/p>\n<p>Simak penjelasannya berikut ini untuk jawabannya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Apa_Itu_Ayam_Ingkung\" >Apa Itu Ayam Ingkung?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Apa_Itu_Ayam_Panggang\" >Apa Itu Ayam Panggang?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Jadi_Apa_Perbedaan_Ayam_Ingkung_dan_Ayam_Panggang\" >Jadi, Apa Perbedaan Ayam Ingkung dan Ayam Panggang?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#1_Teknik_Memasak\" >1. Teknik Memasak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#2_Cita_Rasa\" >2. Cita Rasa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#3_Tekstur\" >3. Tekstur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#4_Penampilan\" >4. Penampilan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Persamaan_Ayam_Ingkung_dan_Ayam_Panggang\" >Persamaan Ayam Ingkung dan Ayam Panggang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Mana_yang_Lebih_Cocok_untuk_Dijual\" >Mana yang Lebih Cocok untuk Dijual?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Kemasan_Juga_Menentukan_Kepuasan_Pelanggan\" >Kemasan Juga Menentukan Kepuasan Pelanggan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Gunakan_Kertas_Bungkus_Makanan_Cap_Gajah_untuk_Ayam_Ingkung_dan_Ayam_Panggang\" >Gunakan Kertas Bungkus Makanan Cap Gajah untuk Ayam Ingkung dan Ayam Panggang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Food_Grade\" >Food Grade<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Tahan_Minyak\" >Tahan Minyak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Anti_Rembes\" >Anti Rembes<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Kuat_dan_Mudah_Dilipat\" >Kuat dan Mudah Dilipat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/perbedaan-ayam-ingkung-dan-ayam-panggang-enakan-yang-mana\/#Ramah_Lingkungan\" >Ramah Lingkungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Ayam_Ingkung\"><\/span>Apa Itu Ayam Ingkung?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ayam ingkung adalah olahan tradisional khas Jawa dari <span style=\"font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;\">ayam kampung muda yang utuh\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;\">dengan posisi kaki dan sayap terlipat ke badan <\/span><span style=\"font-size: 16px;\">sebagai bahan utama.<\/span><\/p>\n<p>Cara masaknya yaitu direbus perlahan menggunakan bawang merah, bawang putih, kemiri, serai, daun salam, lengkuas, dan santan sehingga rasanya gurih.<\/p>\n<p>Di berbagai daerah di Jawa, ayam ingkung sering disajikan dalam acara selamatan, syukuran, kenduri, hingga perayaan adat tertentu. Karena itu, ayam ingkung memiliki nilai budaya yang cukup kuat dibandingkan menu ayam pada umumnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Ayam_Panggang\"><\/span>Apa Itu Ayam Panggang?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ayam panggang adalah hidangan ayam yang dipanggang pakai oven, grill, maupun bara api.<\/p>\n<p>Ayam panggang bisa pakai ayam utuh atau ayam yang sudah dipotong. Sebelum dipanggang, ayam akan dimarinasi terlebih dahulu menggunakan rempah-rempah tertentu.<\/p>\n<p>Teknik pemanggangan menghasilkan tekstur bagian luar yang lebih kering, sedikit renyah, dan memiliki aroma khas hasil karamelisasi bumbu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jadi_Apa_Perbedaan_Ayam_Ingkung_dan_Ayam_Panggang\"><\/span>Jadi, Apa Perbedaan Ayam Ingkung dan Ayam Panggang?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Inilah beberapa perbedaan ayam ingkung dan ayam panggang sebelum Anda ingin membuatnya atau menjualnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Teknik_Memasak\"><\/span>1. Teknik Memasak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ayam ingkung dimasak dengan cara direbus atau diungkep menggunakan santan dan rempah hingga bumbu meresap sempurna.<\/p>\n<p>Sementara itu, ayam panggang dimasak menggunakan panas langsung dari oven, grill, atau bara api sehingga menghasilkan permukaan yang lebih kering dan berwarna kecokelatan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Cita_Rasa\"><\/span>2. Cita Rasa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ayam ingkung rasanya gurih karena lebih dominan penggunaan santan dan rempah-rempah khas Jawa.<\/p>\n<p>Sedangkan ayam panggang memiliki karakter rasa yang lebih beragam tergantung. Bisa diatur lebih manis, pedas, atau ada aroma smoky, hingga bercita rasa internasional seperti barbeque atau rosemary garlic. Semuanya tergantung dengan bumbu yang dipakai.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tekstur\"><\/span>3. Tekstur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan ayam ingkung dan ayam panggang juga terasa dari teksturnya. Ayam ingkung tekturnya sangat empuk karena memasaknya cukup lama. Sebaliknya, ayam panggang sedikit ada garingnya dan didalamnya lembut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penampilan\"><\/span>4. Penampilan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ayam ingkung biasanya disajikan utuh dengan bentuk khas ayam yang terlipat.<\/p>\n<p>Sebaliknya, ayam panggang dapat disajikan utuh maupun dalam bentuk potongan sehingga lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan bisnis kuliner.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persamaan_Ayam_Ingkung_dan_Ayam_Panggang\"><\/span>Persamaan Ayam Ingkung dan Ayam Panggang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun memiliki banyak perbedaan, keduanya juga mempunyai beberapa kesamaan.<\/p>\n<ul>\n<li>Menggunakan ayam sebagai bahan utama.<\/li>\n<li>Bisa dijual dalam bentuk ayam utuh.<\/li>\n<li>Cocok dijadikan menu premium dengan harga jual lebih tinggi.<\/li>\n<li>Punya potensi keuntungan yang menarik jika dikemas dan dipasarkan dengan baik.<\/li>\n<li>Sama-sama membutuhkan kemasan atau kertas bungkus yang kuat karena mengandung minyak dan kuah bumbu.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mana_yang_Lebih_Cocok_untuk_Dijual\"><\/span>Mana yang Lebih Cocok untuk Dijual?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jawabannya tergantung pada target pasar Anda.<\/p>\n<p>Jika target Anda adalah pelanggan yang menyukai makanan tradisional, acara syukuran, atau katering hajatan, maka ayam ingkung bisa menjadi pilihan yang menarik.<\/p>\n<p>Namun jika target pasar Anda lebih luas, seperti pelanggan restoran, warung makan, atau bisnis pesan antar, ayam panggang biasanya lebih mudah diterima karena rasanya lebih familiar bagi banyak orang.<\/p>\n<p>Tidak sedikit juga pelaku usaha yang menjual keduanya sekaligus untuk menjangkau lebih banyak segmen pelanggan.<\/p>\n<p>Yang terpenting, jangan sampai menggunakan nama menu yang salah. Jika produk yang Anda jual adalah ayam rebus berbumbu santan khas Jawa, maka sebaiknya dipasarkan sebagai ayam ingkung. Sebaliknya, jika dimasak dengan cara dipanggang, gunakan nama ayam panggang agar pelanggan mendapatkan informasi yang sesuai dengan produk yang diterima.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kemasan_Juga_Menentukan_Kepuasan_Pelanggan\"><\/span>Kemasan Juga Menentukan Kepuasan Pelanggan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain rasa dan kualitas makanan, kemasan menjadi faktor penting yang sering diabaikan oleh pelaku usaha kuliner.<\/p>\n<p>Baik ayam ingkung maupun ayam panggang sama-sama menghasilkan minyak, kuah bumbu, dan cairan yang berpotensi merembes ke luar kemasan apabila menggunakan kertas pembungkus yang kurang berkualitas.<\/p>\n<p>Bayangkan jika pelanggan menerima pesanan dengan kemasan yang basah, bocor, atau tembus minyak. Meskipun rasanya enak, pengalaman pelanggan bisa menjadi kurang memuaskan.<\/p>\n<p>Karena itu, pemilihan kertas pembungkus makanan harus menjadi perhatian utama.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gunakan_Kertas_Bungkus_Makanan_Cap_Gajah_untuk_Ayam_Ingkung_dan_Ayam_Panggang\"><\/span>Gunakan Kertas Bungkus Makanan Cap Gajah untuk Ayam Ingkung dan Ayam Panggang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bagi Anda yang menjual ayam ingkung, ayam panggang, ayam bakar, nasi bungkus, hingga berbagai menu kuliner lainnya, Kertas Bungkus Makanan Cap Gajah dapat menjadi pilihan yang tepat.<\/p>\n<p>Kertas bungkus makanan Cap Gajah dirancang untuk kebutuhan bisnis kuliner yang membutuhkan kemasan kuat dan higienis.<\/p>\n<p>Keunggulan Kertas Bungkus Makanan Cap Gajah antara lain:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Food_Grade\"><\/span>Food Grade<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Aman digunakan untuk kontak langsung dengan makanan sehingga membantu menjaga kualitas produk yang Anda jual.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahan_Minyak\"><\/span>Tahan Minyak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sangat cocok untuk membungkus ayam panggang, ayam bakar, ayam goreng, maupun lauk berminyak lainnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anti_Rembes\"><\/span>Anti Rembes<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Membantu mengurangi risiko minyak atau kuah bumbu merembes keluar sehingga kemasan tetap rapi dan bersih.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kuat_dan_Mudah_Dilipat\"><\/span>Kuat dan Mudah Dilipat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Memudahkan proses pengemasan dalam jumlah besar, terutama untuk kebutuhan katering dan usaha kuliner.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ramah_Lingkungan\"><\/span>Ramah Lingkungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kemasan berbahan plastik sekali pakai, sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis Anda.<\/p>\n<p>Dengan kertas yang food grade, tahan minyak, anti rembes, dan ramah lingkungan yang didapatkan dalam tombol bawah ini maka\u00a0produk kuliner Anda akan tampil lebih higienis, rapi, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua olahan ayam yang diminati orang Indonesia sampai sekarang adalah ayam ingkung dan ayam panggang. Keduanya mirip, masih tetap ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-22553","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tisu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22553"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22580,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22553\/revisions\/22580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qr.ptsuparmatbk.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}